Web Resmi Dakwah Islam Salatiga
Baby Blues
Pernahkah Anda melihat atau justru mengalami sendiri stres setelah melahirkan, atau merasa khawatir penampilan tidak menarik lagi?
Jangan bersikap negatif berlebihan, cepat selesaikan masalah tersebut dengan menjalin komunikasi dengan suami dan mengenali penyebab serta mencari solusinya.
Hamil dan melahirkan adalah sebuah proses alamiah wajar yang banyak didambakan seorang wanita. Terjadinya sebuah kehamilan dan persalinan sebagai proses lanjutnya akan menyebabkan terjadinya perubahan pada wanita tersebut, tidak hanya perubahan fisik saja tetapi juga psikisnya. Untuk menghadapi kedua proses tersebut dengan baik, tentulah dibutuhkan beberapa langkah atau tindakan persiapan. Sehingga nantinya seorang wanita bisa menjalani dan melewati proses tersebut dengan baik tanpa timbul gangguan apapun.
Kesiapan lahir seorang wanita yang akan hamil dan melahirkan, menyangkut kesiapan fisik yaitu organ-organ tubuh ibu terutama organ reproduksinya, siap akan terjadinya perubahan fisik seperti bentuk badan menjadi lebih besar sehingga tidak seindah sebelumnya, timbul selulit di area tertentu dan lain sebagainya. Sedangkan kesiapan mental spiritual ditujukan terutama kesiapan atau ketenangan jiwa ibu dalam menghadapi proses kehamilan dan persalinan, sehingga kejiwwaan ibu tidak terganggu oleh kedua proses tersebut.
Karena walaupun peristiwa kehamilan dan persalinan adalah suatu hal fisiologis, namun pada kenyataannya banyak ibu yang merasa tidak tenang dan khawatir akan hal itu. Untuk itu dokter atau bidan harus dapat menanamkan kepercayaan kepada ibu hamil dan menerangkan apa yang harus diketahuinya. Sebab kebodohan, rasa takut dan sebagainya dapat menyebabkan rasa sakit waktu bersalin dan ini akan mengganggu jalannya persalinan. Ibu akan menjadi lelah dan kekuatan akan hilang.
Perubahan psikis yang sering dihadapi ibu hamil dan melahirkan diantaranya stres karena ASI tidak bisa keluar, perasaan jadi lebih sensitif dan mudah marah terutama kepada suami, khawatir tidak disayang suami lagi, jadi gampang sedih atau mudah menangis, frustasi anak tidak mau tidur, rasa takut apabila berhubungan suami istri, takut terganggu anak, dan lain sebagainya. Semua hal ini dikenal sebagai stres pasca melahirkan atau post partum syndrome dan terkenal dengan nama baby blues.
Apa dan Mengapa
Mengapa baby blues terjadi? Hal ini disebabkan karena pada saat itu terjadi perubahan hormon si ibu, kelelahan pasca melahirkan, rasa sakit karena payudara yang membengkak atau jahitan setelah melahirkan yang belum sembuh, kurang persiapan mental, rasa bosan dan capek ketika kondisi ibu belum prima sudah harus mengurus ini dan itu sendiri. Belum lagi ditambah hal atau masalah lain seperti stres menghadapi anak lainnya, perilaku suami yang pulang malam dan kurang memperhatikan, adanya perbedaan paham dengan mertua dan lain sebagainya. Secara fisik penyebabnya bisa dilihat secara langsung seperti terjadinya kelebihan berat badan, timbulnya stretch mark atau guratan-guratan merah pada kulit, kulit jadi terlihat kusam karena kurang perawatan, dan lain sebagainya. Yang kesemuanya itu menambah rasa stres ibu yang sudah ada.
Solusi Tepat
Secara psikis, baby blues dapat tertangani dengan adanya komunikasi, kerjasama, dan dukungan secara intens oleh suami. Misalnya, ada pembagian tugas dalam merawat anak seperti penggantian popoknya, jadwal menjaga bayi waktu malam hari, membuatkan susu botol waktu malam hari dan sebagainya.
Selain itu, untuk menghilangkan rasa cemas, ibu dipersiapkan lebih matang dalam menghadapi dan menjalani kodratnya, dengan harus ditanamkan kerjasama pasien penolong (dokter-bidan) dan diberikan penerangan selagi hamil dengan tujuan:
- Menghilangkan ketidaktahuan
- Berdiskusi tentang peristiwa persalinan (fisiologik dan pathologis)
- Latihan-latihan fisik dan kejiwaan (terutama pasca melahirkan)
- Mendidik cara-cara perawatan bayi
Syukur dan Ikhlas
Apapun dan bagaimana pun kondisi seorang wanita hamil dan pasca melahirkan, satu hal yang patut selalu diterima dengan syukur adalah telah dipilihnya dirinya oleh Sang Khaliq menjadi seorang ibu untuk membesarkan dan mendidik generasi umat manusia sebagai calon khalifah. Sehingga seharusnya seorang wanita menjalani kodratnya sebagai istri dan ibu dengan penuh keikhlasan.
13 Penyebab baby Blues
- Perubahan hormon
- Stres
- ASI tidak keluar
- Frustasi karena bayi tidak mau tidur, menangis dan gumoh
- Kelelahan pasca melahirkan dan rasa sakit akibat operasi
- Suami tidak membantu, tidak mau mengerti perasaan istri, tidak mendukung atau adanya persoalan lain dengan suami
- Problem dengan orang tua dan mertua
- Takut kehilangan bayi
- Sendirian mengurus bayi
- Takut memulai hubungan suami istri karena khawatir anak akan terganggu
- Bayi sakit
- Ibu merasa bosan
- Takut tidak menarik lagi bagi suami karena terjadi perubahan fisik
Solusi Menghadapi Baby Blues
- Selalu komunikasi dengan suami
- Bersikap ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu
- Bicarakan dan komunikasikan dengan suami rasa cemas yang ada
- Belajar dan bersikap tenang, misalnya bisa dengan menarik nafas panjang
- Istirahat cukup ketika bayi sedang tidur
- Berolahraga ringan
- Tidak perfeksionis dalam mengurus bayi
- Berusaha bersikap fleksibel
- Bersosialisasi untuk ganti suasana, misalnya gabung kelompok ibu-ibu
- Ditanamkan perasaan bahwa kesempatan merawat bayi hanya datang 1 kali
- Secara fisik dengan perawatan khusus, bisa tradisional atau cara modern. Seperti program skin softening, body farming dan program diet dan nutrisi
Sumber: Majalah Nikah Vol. 6, No. 8
| Print article | This entry was posted by admin on 24/07/2010 at 11:22 am, and is filed under Keluarga, Kesehatan. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |