Web Resmi Dakwah Islam Salatiga
Umaimah bintu Shubaih
<
Sahabiah yang satu ini melahirkan seorang tokoh kaliber dunia dalam hal menghafal. Bahkan, orang mengatakan bahwa daya hafalannya yang luar biasa ini merupakan mukjizat kenabian. Siapakah gerangan sahabat yang cerdas dan menakjubkan itu?
Dia adalah seorang imam, ahli fikih, mujtahid, dan hafidz. Salah seorang sahabat Rasulullah. Namanya adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al-Yamani, pemuka para huffadz (penghafal) yang teguh. Sahabat yang paling kuat hafalannya, paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi.
Abu Hurairah tumbuh sebagai anak yatim. Ayahandanya wafat ketika dia masih sangat kecil. Dia hidup dalam lindungan ibunya, yaitu Umaimah bintu Shubaih bin Al-Harits yang populer dengan julukannya, Ummu Abu Hurairah. Wanita yang satu ini menjadi populer di kalangan para wanita Islam, sejak dia masuk Islam karena didoakan oleh Nabi.
Masuk Islam Karena Doa Nabi
Ketika Abu Hurairah memeluk Islam, muncul di depannya sebuah kesulitan yang membuatnya tak bisa tidur. Kesulitan ini merupakan titik pemisah di dalam hidupnya.
Masalahnya terletak pada ibundanya, Umaimah bintu Shubaih. Dia menolak untuk masuk Islam dan bergabung di bawah bendera kaum muslimin ketika itu. Dia terus dalam kesyirikannya. Abu Hurairah sangat menginginkan agar dia masuk Islam. Namun, setiap kali Abu Hurairah menyerunya untuk masuk Islam, dia marah, goncang, dan enggan untuk masuk Islam.
Tidak hanya sampai di situ saja, dia memperdengarkan kata-kata tentang Rasulullah yang sangat menjengkelkan. Akan tetapi, Abu Hurairah tidak berputus asa untuk mengislamkan ibundanya.
Suatu hari Abu Hurairah mengadu kepada Rasulullah dengan menangis, “Wahai Rasulullah, aku telah menyeru ibundaku untuk masuk Islam, akan tetapi dia memperdengarkan kepadaku kata-kata yang sama sekali tidak aku sukai tentang engkau. Oleh karena itu, berdoalah agar Allah memberi petunjuk kepada ibundaku.” Kemudian, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada ibunda Abu Hurairah.”
Abu Hurairah keluar dengan luapan kegembiraan karena doa Nabi Allah. Ketika dia pulang langsung mendekat ke pintu, akan tetapi pintunya tertutup. Ibunya mendengar suara langkah kakinya. Dia berkata, “Tetap di tempatmu, wahai Abu Hurairah.” Abu Hurairah mendengar suara gemercik air. Ibunya mandi, memakai baju besi, dan bersegera menuju keledainya. Dia membuka pintu, lalu berkata, “Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Abu Hurairah langsung kembali kepada Rasulullah dengan menangis karena bahagia. Lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bergembiralah karena Allah telah mengabulkan doamu. Allah telah memberi petunjuk kepada ibuku.” Kemudian Rasulullah memuji Allah dan memuji Abu Hurairah dengan pujian yang baik.
Dua Orang yang Dicintai Kaum Mukminin
Keislaman ibunya sangat menyejukkan hati Abu Hurairah. Telah hilang dari dirinya kesedihan dan duka lara. Hidayah bagi ibunya sangat menggembirakannya. Dia sangat ingin mendapatkan doa Nabi yang lebih banyak lagi untuk kebaikan diri dan ibunya. Dia memohon kepada Rasulullah agar berdoa untuknya supaya kecintaan orang-orang mukminin tercurah kepada keduanya. Rasulullah bersabda, “Ya Allah, jadikanlah hambamu yang kecil ini (Abu Hurairah) dan ibunya dicintai kaum muslimin dan mereka mencintai kaum muslimin.”
Hadits ini merupakan salah satu dalil kenabian. Abu Hurairah sangat dicintai oleh semua orang. Allah telah menjadikannya selalu diingat oleh orang di dunia ini. Kecintaan semua orang mukmin kepada Abu Hurairah merupakan keutamaan dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Kedermawanan dan Kemurahannya
Di bidang kedermawanan, Umaimah sangat terkenal. Sampai-sampai dia menghormati tamu dengan menghidangkan makanan yang akan dimakannya.
Hal ini terbukti, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Humaid bin Malik, bahwa suatu ketika datang suatu kaum dan singgah di rumahnya. Lalu Abu Hurairah berkata kepada Humaid, “Pergilah kepada ibuku dan katakan, anakmu mengirimkan salam kepadamu dan dia meminta sedikit makanan.”
Umaimah meletakkan 3 potong roti di dalam nampan, dengan sedikit minyak dan garam. Lalu meletakkan di atas kepala Humaid dan membawanya kepada tamunya. Ketika Humaid meletakkan di hadapan mereka, Abu Hurairah bertakbir dan mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang menjadikan kita kenyang dengan roti ini.”
Demikianlah ibunda Abu Hurairah adalah orang yang selalu terdepan dalam hal kedermawanan dan kemurahan. Pengaruh yang sangat baik ini telah diabadikan di dalam kamus keabadian.
Wafatnya
Ibunda Abu Hurairah hidup dengan umur yang sangat panjang. Diperkirakan ia menyaksikan zaman Khulafaur-Rasyidin seluruhnya. Akan tetapi, kita tidak memiliki informasi dari sejarah yang menerangkan kapan dia wafat. Yang jelas dia wafat di Madinah al-Munawwarah.
Semoga Allah meridhai keduanya dan meridhai seluruh shahabat Rasulullah. Dan segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam.
Sumber: Majalah Nikah Vol. 6, No. 12
?
| Print article | This entry was posted by admin on 25/07/2010 at 10:14 pm, and is filed under Biografi, Muslimah. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |